Sekarang aku merasakan angin bertiup
ditempat ini (angin dari AC kantor gue.red). Melihat bintang di luar kaca
jendela ini bersinar begitu terang (critanya gue menghayal di jendela kantor,
pengen pulang tapi ga bisa, T.T sediiiiihhh). Di sini, di malam ini merasakan
rasa cinta kembali, jauh... jauh didalam hatiku (memori beberapa tahun
belakangan ini, datang kembali secara tiba2 dalam lamunan gue). Dan dalam
sekejab aku menangis.... iyaaa... menangis... untuk KAMU. Semua air mata yang
jatuh kini terasa luka. Dan aku tidak memiliki kekuatan untuk melanjutkan,
meskipun aku mencoba untuk bertahan. Namun cinta ini tidak akan pernah berarti
lagi bagi kamu, tapi aku tetap tersenyum meskipun aku mencoba untuk bertahan.
Namun cinta ini tak pernah berarti lagi bagi kamu, tapi aku akan tetap tersenyum meskipun mimpiku ini tidak jadi kenyataan. Dan kini bintang-bintang di langit yang dengan lembut bersinar telah menghilangkan rasa sakit ini. Aku mendengar suara lembut dan berkata.
"Jangan takut. Jangan menangis."
Aku tertegun, bintang yang bersinar paling terang seperti berbicara denganku dan dalam sekejap aku merasakan kehangatan yang datang padaku (ternyata AC kantor gue di matiin sama Pak Heru. Sial!!!). Dan pada akhirnya aku teringat setiap saat bersamamu, dan berharap kita bisa seperti bintang yang bersinar selamanya.
"Aku akan menjaga cintaku ini untuk kamu"
Pikirku (kalo dipikir2 gue kapan move on2 nya yah??? masa lalu yang dilihat muluk??!!! Emm... lebih baik gue pulang deh ke rumah).
Angin mengguncang jendela kini (udah sampai rumah, dan gue pengen istirahat dan melepas penat gue), bintang-bintang mengisi langit yang cerah (pusing gue), bersinar terang dan terlalu banyak untuk ku hitung, dan bintang-bintang meyakinkanku untuk mengusap air mata yang mengalir (God, pusing ini ga karuan, air mata ini pun tak tertahankan, sorry... aku mengeluh dan menangis).
"Jangan menyakiti diri sendiri dengan memorimu"
Mereka berkata dan menyuruhku untuk pergi tidur dan melupakan memori sesaat ini (gue berusaha.... sangat berusaha, mencoba untuk tidur dengan bantal, kasur, guling dan selimut hangat yang selalu setia disetiap malam gue). Meskipun aku lelah dan ingin mencoba tidur dan melupakan semuanya yang terjadi, indah atau buruknya, air mataku tetap mengalir kembali.
"Aku tak bisa mendapatkannya kembali"
Lirihku dalam tidur.
Masih tetap menangis, bintang pun datang kembali. Namun datang dalam mimpiku, yah mimpi ini bukan seperti mimpiku yang seperti biasanya (bukankah aku tak pernah mengingat apa yang ada dalam mimpiku???). Didalam mimpi bintang sangat cerah, bahkan menyilaukan. Mendekatiku, berhenti dengan senyuman dan menjadi begitu sedih, dan tiba-tiba........ memegang tanganku dan memberiku pelukan hangat. Dia berusaha untuk membuatku berhenti untuk menangis lagi, meskipun mata aku penuh dengan air mata. Aku berusaha tak menangis kembali dan ingin mengikuti para bintang tersenyum dan tertawa. Dan ajaib.... air mataku terhenti dalam sekejap, senyumku kembali dan aku tertidur dengan bahagia, seperti bintang-bintang itu. Ternyata pelukan hangat itu ....
"AKU PENGEN MENGHARGAI SEMUA SAAT-SAAT BAHAGIA AKU YANG JAUH DI DALAM HATIKU. SEPERTI BINTANG YANG BERSINAR DENGAN TERANG SELAMANYA. SEPERTI ITU PULA ALLAH SWT DAN PAPAKU MENJAGAKU DALAM SETIAP DETIKKU BERNAFAS"
mmm kpan yah,?
BalasHapus